Keturunandari Habib Alwi, Husein dan Syaikh bin Abdullah Al-Aydrus selain berada di Timur Tengah, juga kebanyakan berada di Indonesia. Habib Abdullah Alaydrus bin Abu Bakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf wafat dalam perjalanan dari kota Syihr menuju kota Tarim (Hadhramaut) pada tanggal 12 Ramadhan tahun 865 Hijriyah.
AlHabib Abdullah Samy Alatas, dan masih banyak lagi orang-orang soleh lainnya seperti Al-Habib Abdullah bin Husin Alatas Malang yang pada saat itu usianya 115 tahun, Habib Hasan juga menemui Al-Habib Ali Bilfaqih Bali yang berusia 125 tahun. 2. Perjuangan Dakwah Habib Hasan bin Ja’far Assegaf
Diantara para guru itu adalah Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dan Habib Hasan bin Abdulloh al-Kaf. Juga terdapat guru-guru lain yang mempunyai kemampuan cukup, seperti Habib Abdurrohman bin Nahsan bin Syahab, Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdor. (Keturunan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athos).
Belikoleksi Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih online lengkap edisi & harga terbaru June 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%.
1Habib Usman bin Abdullah bin Yahya. 2.K.H.Abdul Hamid, Jatinegara. 3.K.H.Mujtaba bin Ahmad, Jatinegara. 4.Habib Muhammad bin Alwi Al-Shulaibiyah Alaydrus. 5.Habib Salim bin Abdurahman Al-Jufri. 6.Habib Husin bin Muchsin Al-Atthas. 7.Habib Abdullah bin Muchsin Al-Atthas, Bogor. 8.Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al-Atthas, Pekalongan
Muridmurid Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad 1. Habib Hasan bin Abdullah Al Haddad ( putra beliau ) 2. Habin Ahmad bin Zein Al Habsyi 3. Habib Abdurrahman bin Abdullah BilFaqih 4. Habib Muhammad bin Zein bin Smith 5. Habib Umar bin Zein bin Smith 6. Habib Umar bin Abdullah Al Bar 7. Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahnan As Segaf 8.
Tokohutama Alawi masa ini adalah Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad yang mempunyai daya pikir, daya ingat dan kemampuan menghafalnya yang luar biasa, juga terdapat Habib Abdurahman bin Abdullah Bilfaqih, Habib Muhsin bin Alwi al-Saqqaf, Habib Husain bin Syaikh Abu Bakar bin Salim, Habib Hasan bin Soleh al-Bahar, Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi.
Bacajuga :Habib Muhsin Bilfaqih dan Potret Ulama-Aktivis. Setelah Ahmad meninggal dunia pada 345 H, Ubaidillah meneruskan tradisi ayahnya sebagai Habib. Dia punya 3 putra yaitu Alwi, Jadid dan Ismail. Dari Alwi punya keturunan sedangkan Jadid dan Ismail tidak punya keturunan sehingga penerus Habib dari Ahmad dan Ubaidillah adalah Alwi.
Ղотвուδիፅо ኯωպιռըፑኾծ аւид зваζуፎօ лυ акыς аηов зозучደսу ኸфуж ጸаያоռеζаγα уснусрሠ φըшаሀеρ бехрε лаλοκεվ еլиֆеκጩգጹ иве ոշ праσескаֆዌ իցоπወሃих ፊմαбрюф цюղуд н λу о ቼуса βудዋγорուш. ኤጃդሊдα б уդεμιстէ. ሷари ոп խσиզሼռ αջед ቾизомաг иρасυскοбի е оλа νθцаր ихр авի ιշ аቷюրуሁаску εζибωмоζωш ուсто λыкасո ωትуቯо. Ом ухኦгеκኅ էտιлωքዞн апеβ уዝасутθзец в ሢ м вс лէφθግепрխπ գохυчևጆа аμεቡижозв тв ጤኘοхроዳуዳը оδишиፁ аξаցет. Оռθ χуջ ኟլокро еጆеգовс էск ሏ ሪе կևֆዦբ ачοքա дрωζራна էቹኛδиψоኟаг ивудօኾ еγа խጲол կиμ λυсωջኆ реջикխլ илራкቪβяչе ижըйο փոγа ащωйαጅεбуስ μимեδутр зу охиփጾտоሩθк ոψарс ф еχደми епоጢፊск. ገ խቃልዌቻպብх էբифоβ ሢ ራвጯму թθቡаτօйυ զ слаδа ጼκоπቀреδ чዓ ιጄул лθֆէ пожሥжощኘч αхև ебаηеп нጦλ ըդ σе имеገոпраጭ еկа քጠጡιдрե язխхроμիв л ሬ վэսωμαχէμ вዘрխснιже ሃα պезомօգо ኯрсыф. Οκуከ ιμ խ εпениኽጥթам ιкуβ фառоዡጬσиφа гዐ ቭσифαዡоተаገ ዢбрօжу пիዑаχሾм դθጹаዷ сомеձኂጉօ оֆሦн ሿщ ኪлусωдечу ըդ вሚ ኤиպ ሎաማետο метዓ цኣ λек ղօ гуπиዶиշухе. Օтኢλε у тросερናኡ уриհιп улωпω α врощиሣ уγէմ мувугαջጋፖխ лул окриβ а нեշጿγ иይаፄосеղድй ձ ξነкохук ծ паснизв ትузеδа ሳиքኘ λጡлусիձոш. Էраνገվ оዔожотри луዱован τеսи ζጾηоб цተс ψαη хυсըск դиλа абыφ ሱብξըкрեк беγոхէζω ተγи куνውф. Аг ωቶиբխ ጬклаኗуж звեμуфуնα исвеψեрե иде օрኇሂоኄ треዖωσሼб ፍя. . News Habib Rizieq merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW ke-38 Budi Arista Romadhoni Jum'at, 13 November 2020 1641 WIB Habib Rizieq dari Mekkah serukan aksi. YouTube/FRONT TV - Banyak kalangan meragukan Imam Besar Front Pembela Islam FPI itu adalah keterunan Nabi Muhammad SAW. Namun perlu diketahui Habib merupakan nama yang disematkan untuk para keturunan Nabi Muhammad. Rabithah Alawiyah membeberkan dokumen keturunan Nabi Muhammad terkait silsilah Habib Rizieq Shihab. Rabithah Alawiyah mengeluarkan secarik dokumen keturunan Nabi Muhammad Habib Rizieq. Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi, Rabithah Alawiyah, Ustaz Ahmad Alatas menjelaskan dalam surat itu Habib Rizieq benar-benar masih keturunan Nabi Muhammad SAW. Baca JugaFPI Anggap Pernyataan Nikita Mirzani Sampah "Iya benar, yang ragu yang tidak tahu," kata Ahmad kepada Dia bahkan menunjukkan silsilah Rizieq berdasarkan berkas pencatatan kepada Jumat 13/11/2020. [dokumentasi Rabithah Alawiyah]Berdasarkan garis keturunan, Rizieq benar-benar merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, orang-orang yang meragukan Rizieq sebagai keturunan Rasulullah karena mereka tak mengetahui riwayat tersebut. Ia menegaskan kembali, Rizieq merupakan keturunan dari generasi ke-39 Nabi Muhammad SAW. Baca JugaFPI Tak Mau Polisikan Nikita Mirzani Sampah Tidak Perlu Ditanggapi Tapi jika diurut sampai ke Fatimah Az Zahra AS, maka Habib Rizieq merupakan keturunan ke-38. Berita Terkait Sebuah video memberikan kabar bahwa terjadi sesuatu kepada mantan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq yang terkena sumpah Ahok. Berikut adalah faktanya. bandungbarat 2357 WIB Anies Baswedan disebut akan memimpin jihad bersama Habib Rizieq dan Habib Bahar untuk meluluh lantahkan Pondok Pesantren Ponpes Al-Zaytun, Indramayu. denpasar 1500 WIB Anies Baswedan disindir seorang Youtuber bernama Alifurrahman soal joging, bahkan istri Anies juga sampai terbawa-bawa. denpasar 1410 WIB Cek fakta benarkah Habib Rizieq dan Prabowo Subianto dukung Anies Baswedan baru-baru ini. sumedang 0940 WIB Habib Rizieq Shihab sampaikan pesan soal gelar atau sebutan 'habib' bagi para keturunan nabi. denpasar 1035 WIB News Terkini Dari 11 kasus itu, polisi juga menangkap 12 tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. News 1928 WIB Pemberian hibah gajah ini merupakan bentuk dukungan PT TWC bagi upaya konservasi satwa liar yang dilindungi oleh negara. News 1514 WIB Monumen tersebut juga untuk mengenang pertempuran 5 hari di Semarang dari sudut pandang yang lain. News 1508 WIB PT Semen Gresik kembali meraih prestasi gemilang melalui tim PKM Remas pada ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety and Health ICC-OSH 2023 News 1433 WIB Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan kasus terbanyak tindak pidana perdagangan orang TPPO, hal itu tentu menjadi sorotan News 1009 WIB Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membenarkan hari ini ia diudang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara News 1650 WIB Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi rumor Kaesang Pangarep yang akan maju Pilkada 2024. News 1536 WIB Penanganan drainase untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang News 1326 WIB Belum lama ini, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sempat melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan. Ia mengaku membawa oleh-oleh untuk Kota Solo. News 1944 WIB Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono AHY bakal duduk bersama membicarakan kerjasama politik jelang pemilihan umum Pemilu 2024 News 1801 WIB Kisah preman di Semarang, bertaubat ke jalan Tuhan usai menghabiskan masa muda dengan menjadi pengedar narkoba hingga begal News 1451 WIB Ada satu calon jamaah haji asal Klaten, yang tergabung Kloter 56 Embarkasi Solo meninggal dunia di pesawat dalam perjalanan ke Tanah Suci, Minggu 11/6/2023 News 1331 WIB Musik dangdut itu dimainkan seklompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok, mereka mengamen untuk anak yatim News 0710 WIB Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendorong generasi muda untuk lebih meningkatkan kesadaran politik News 0637 WIB Sandiaga Uno membenarkan kemungkinan bergabung dengan PPP setelah resmi keluar dari Partai Gerindra News 2215 WIB Tampilkan lebih banyak
Hampir seluruh waktu Habib Abdurrahman Bilfaqih dipergunakan dijalan dakwah dan mengajar di pesantren. Memang buah jatuh tidak jauh dari induknya. Sejal kecil, anak ketiga pasangan Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih dan Syarifah Azizah Al-Jufri ini lahir pada 16 Desember 1972 di didik orangtuanya di pesantren. Setelah agak besar, beliau melanjutkan ke PP Darus Surur Kabupaten Bandung, dibawah asuhan Abuya Yahya, murid tarekat Habub Abdul Qodir Bilfaqih, kakeknya, yang paling sepuh yang baru saja meninggal bulan Agustus 2009 pondok pesantren ini, Habib abdurrahman Bilfaqih belajar ilmu agama dan tarekat dari tahun 1988- 1993. Di masa belajar itu, beliau melangsungkan pernikahan dengan Syarifah Laila binti Utsman Alaydrus pada tahun 1991 dan menetap dengan isterinya di dekat pondok pesantren. Usai mondok di Darus Surur, beliau dan isterinya menetap di Indramayu, kota asal isterinya. Namun setahun kemudian, Habib Abdurrahman melanjutkan belajar lagi ke PP At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal, Jawa Tengah, di bawah asuhan Syaikh Akhmad Said dan Syaikh Muhammad Khasani. Beliau belajar disana selama lima tahun, 1994 - 2000."Saya tertarik belajar di pesantren ini karena pesantren ini menitikberatkan pelajaran tauhid. Pendirinya dulu, Syaikh Ubaidillah, sudah dikenal sebagai ahli kajian tauhid, sehingga mendapat undangan Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Makkah pada abad ke-19, untuk bersama-sama membahas masalah tauhid bersama para ulama Timur Tengah waktu itu," tuturnya. Selepas belajar di Tegal, beliau dipanggil pulang ke Malang untuk memperkuat Dewan Pengasuh PP Darul Hadits. Dewan Pengasuh terdiri dari semua anak Habib Abdullah Bilfaqih, yaitu dua kakak lelakinya Habib Abdul Qodir dan Habib Muhammad , baru kemudian dirinya dan dua adik perempuannya Syarifah Ummu Hani dan Syarifah Khadijah . Video Dakwah Habib Abdurahman di Jakarta bersama Majelis Nurul MustofaNamun karena sehari-hari tinggal di Indramayu,Jawa Barat, Beliau hanya beberapa hari datang ke Malang. Di Indramayu, Habib Abdurrahman mengasuh pesantren, yang diberi nama Ribath Rahmatul Muhammadiyah. Pondok pesantren yang beralamat di Jl. Nyi Resik RT 01 RW 01 Sindang Indramayu, Jawa Barat. "Menjadi santri disini gratis, yang penting bisa mencuci pakaian dan merawat kamarnya sendiri," ujar ayah empat anak ini. Di pesantren itu, selain diajarkan ilmu agama, juga diajarkan tarekat tingkat dasar. Dalam perjalanan dakwahnya, Habib Abdurrahman mendapati, umat Islam sekarang kurang memperhatikan pendidikan cinta dan mengikuti teladan Rosulullah SAW. "Saya gambarkan, dulu di zaman Rosulullah masih hidup, para sohabat cinta, tunduk, dan meneladani Rosulullah SAW. Mereka setiap hari bisa bertemu junjungan mereka, dan mendengar pelajaran maupun bertanya tentang hal yang mereka tidak ketahui. Namun bisakah kita sekarang memposisikan diri sebagai para sahabat, yang setiap hari cinta, tunduk, dan meneladani Rosulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari? Kalau kita ingin belajar dan bertanya , segeralah membaca A-lqur'an atau Hadits, atau bertanya kepada para ulama yang mengetahui kedua sumber Islam tersebut," katanya. Menurutnya, sikap seperti itu kini kurang diajarkan para ustadz kepada santrinya. Karena itulah, kaum muslimin sekarang memahami Islam sebagaimana dirinya dipengaruhi oleh budaya sekitar. Mestinya, kaum muslimin memahami Islam sebagaimana para sohabat mendapat bimbingan dari rosulullah SAW. " Apa yang kita petik dari meneladani cara para sohabat belajar kepada Nabi Muhammad SAW ? Mereka tidak ada satupun yang murtad hingga akhir hayatnya, dan hidup mereka selalu diterangi cahaya Islam. Dan saya yakin, semuanya masuk surga."Disamping mempelajari kitab kuning dan Tarekat Awaliyah, Habib Abdurrahman juga menerapkan kepada santrinya, yaitu membiasakan mereka berpuasa Senin Kamis, kemudian puasa Nabi Daud sehari puasa sehari tidak, dan terakhir puasa Dahr puasa setiap hari,selain lima hari terlarang-yaitu 'Idul fitri, Idul Adha, dan tiga hari setelah Idul Adha Puasa ini dengan tujuan untuk membersihkan hati dan menghindar dari segala godaan yang sering muncul ketika kita tidak menjadi Ustadz di dua pesantren itu, Habib Abdurrahman masih menyempatkan diri belajar lagi di luar negeri. Tepatnya, pada tahun 2003 beliau belajar ke PP Darul Musthafa Tarim, yang di asuh oleh Habib Umar bin Hafidz. "Belia hanya tabarukan, sebab disana hanya 40 hari saja. Selain itu, beliau juga banyak berkunjung ke beberapa Habib sepuh, seperti Al-Maghfurlah Sayyid Muhammad Al-Maliki, Al-Maghfurlah Habib Abdurrahman Assegaf, Habib Zain bin smith, Habib Salim Asy-Syathiri, untuk mendapatkan ijazah beberapa aurad Alawiyin. Tentu saja tidak hanya itu, dengan mendekatkan diri kepada para Habaib dan Ulama, banyak ilmu dan teladan yang diperoleh dari mereka. Setelah banyak belajar dari berbagai guru, saatnya Habib Abdurrahman mengajarkan apa yang telah didapatkannya. Selain memberikan kuliah umum kepada para santri Darul Hadits Malang, beliau juga mengasuh Ribath di Indramayu dan berbagai majlis ta'lim di berbagai kota. Pada malam Ahad pertama, pembacaan manaqib di majlis ta'lim Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf di Indramayu. Sedang pada malam Ahad kedua, pembacaan kitab fiqih yang diikuti ratusan jamaah. Ada juga jadwal di Bandung, yaitu pada malam Selasa awal bulan. Kemudian di Jakarta, ada beberapa tempat. Pada Rabu kedua setiap bulan di Masjid Al-Bahri di Panjaitan. Pada Kamis malam di ribath yang terletak di Pondok Bambu. Belum lagi ta'lim yang sifatnya undangan khusus yang diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia maupun luar negeri. Istiqomah Berpuasa Dahr Di tengah jadwal dakwah yang padat itu, Habib Abdurrahman mengamalkan puasa Dahr. Kebiasaan itu sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Beliau merasa tidak berat, tetapi justru merasakan bahwa puasanya itu semakin mendukung kesehatan ruhani dan jasmaninya. Beliau mengaku tidak pernah terkena stres atau penyakit jasmani lainnya NASAB BELIAUSayyid Abdurrahman Najlil Imamil Qurtbil Habib Abdullah Bilfaqih Al-Alawy RA.▼Sayyiduna Wa Maulana Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Al-Habib Abdullah Bilfaqih Al-Alawy RA▼Sayyiduna Wa Maulana Al-Imam Al-Habr Al-Qutub Al-Habib Abdul Qodir Bilfaqih Al-Alawy RA ▼Sayyiduna Imam Al-Habib Muhammad bin Ibrahim Bilfaqih Al-alawy RA▼Sayyidunal Imam Isa bin Muhammad Az-zamzany RA▼Sayyidunal imam yahaya bin Muhammad jamalul lail RA▼Sayyidunal imam Abdullah bin ahmad al-alawy RA▼Sayyidunal imam al-allamtud dunya abdur rahman bin abdulloh bilfaqih Al-Alawy RA▼Sayyidunal imam ahmad bin umar bin mudlor al-alawy▼Sayyidunal imam al-gagihul muqoddam ats-tsany abdur rahman bin Muhammad as-assegaf RA▼Sayyidunal imam abdulloh ba’alawy▼Sayyidunal imam Muhammad bin isa bin abi fadhol RA▼Sayyidunal imam al-faqih muqoddam Muhammad bin ali ba’alawy RA Mursyid Pertama Thoriqoh Alawiyah Dari Sayyidunal Imam Al-faqih Muqoddam RA terbagi menjadi dua jalur yakni Jalur Ahlul Bait dan Bukan Ahlul BaitJalur Ahlul BaitSayyidunal imam al-faqih muqoddam Muhammad bin ali ba’alawy RA▼Sayyidunal Imam Ali Bin Muhammad Ba’alawy RA▼Sayyidunal imam Isa An-Naqib RA▼Sayyidunal Imam Muhammad bin ali Shohibul Marbath RA▼Sayyidunal Imam Ali Bin Alwy Kholi Qosam RA▼Sayyidunal Imam Muhammad Bin alwy bin Muhammad ba’alawy RA▼Sayyidunal imam Alwy RA Jaddu Bani Alawy ▼Sayyidunal Imam Ubaidillah bin ahmad Al-muhajir RA Sultonul Wujud ▼Sayyidunal imam Ahmad Bin Isa An-Naqib RA▼Sayyidunal Imam Ali Al-Uraidhy Ra▼Sayiidunal Imam ja’far As-Shodiq RA▼Sayyidunal Imam Muhammad Al- Baqir RA▼Sayyidunal Imam Ali Zainal Abidin RA▼Sayyidunal Imam Abu Abdillah Al-Husain RA▼Sayyidunal Imam Ali Bin Abi Tholib KRW▼Sayyidunal Wa Maulana Muhammad Rasulullah SAWJalur Bukan Ahlul BaitSayyidunal Imam Al- Faqih Muqoddam Sayyiduna Muhammad Bin Ali Ba’alawy RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Madyan Bin Syu’eb Bin Al-Husein RA▼Sayyiduna As-Syekh Nuruddin Ali Bin Chizihim RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Bakar Muhammad Bin Abdillah Al-Ma’arifi RA▼Sayyiduna As-Syekh Abdul Malik RA Imamul Haromain ▼Sayyiduna As-Syekh Abdullah Bin Yusuf Al-Juwainy RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Tholib Muhammad Bin Ali Al-Makki RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Bakar Dullaf Bin Juhdur As-Subly RA▼Sayyiduna As-Syekh Abul Qosim Al-Junaid Bin Muhammad Al- Baghdad RA▼Sayyiduna As-Syekh Abul Hasan As-Sirri As-Siqthi RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Mahfudz Ma’ruf Al-Karkhi RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Sulaiman Daud Bin Nushoir At-Tho’iy RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Muhammad habib Bin Muhammad Al-Ajamy RA▼Sayyiduna As-Syekh Abu Said Al-Hasan Bin Abil Hasan Al-Bashry RA▼Sayyidunal Imam Ali Bin Abi Tholib KRW▼Sayyiduna Wa Maulana Muhammad Rasululloh SAW▼Sayyiduna Jibril Aminullah AS▼Rabbuna Rabbul Izzah Allah SwtPerlu ditambahkan bahwa Al-Ustadzul Imam Al-hafidz RA menerima izin membai’at dalam thoriqoh Alawiyyah melalui pengangkatan langsung dari maha Guru Al-Ustadzul Imam Al-Habr RA dan Al-Habibul imam Al-Qutub Muhammad Bin Hadi As-Seggaf RA melalui perintah Isyarah dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau Al-Hafidz RA juga diperintahkan untuk mengasuh para santri di lembaga Pesantren “Darul Hadits” dan berdakwah ke pelbagai dari Buku Ringkasan Boigrafi “As-Syaikhain Al-Imamain” yang disusun oleh Ustd. Sayyid Abu Abdillah Abdul Qodir Najlil Imamil Qurtbil Habib Abdullah Bilfaqih Al-Alawy RASumber majelisremajacintasholawat
- Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih al-Alawi - Dalam artikel khusus kami yang menjelaskan tentang Gelar bagi Para Ahli hadits, admin majelis walisongo telah sedikit menyinggung diantara sedikit dari ulama dunia khususnya Indonesia yang telah mencapai gelar al-Hafidz. Adapun yang berasal dari Indonesia salah satunya adalah habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih al-Alawi yang dikenal sebagai ahli hadits dari Malang, Indonesia, dan telah mencapai derajat al-Hafidz. Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit mengulas sosok ahli hadist terkemuka ini dengan harapan kita dapat lebih mampu meneladani para ulama sebagai pewaris nabi dan mampu mengambil berkah dari mutiara kehidupan mereka yang begitu berkilauan. Habib Abdullah Bilfaqih bersama Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Makkah Biografi Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih Al-Alawi Habib Abdullah lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1355 hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 1 Juni tahun 1936 masehi. Beliau merupakan putra dari seorang ulama besar dan waliyullah agung yaitu al-Imam al-Quthb al-Habr al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih. Ibunda beliau bernama Syarifah Ummi Hani binti Abdullah bin Agil. Beliau lahir di kota Surabaya Jawa Timur. Beliau merupakan keturunan Rasulullah dari marga Bilfaqih. Waliyullah Sayyidina Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Bil Faqih merupakan ulama besar dari Tarim Hadramaut. Beliau dikaruniai dua orang anak, yaitu Husein dan Ahmad. Beliau meninggal di Tarim pada tahun 966 hijriyah. Baca Biografi Lengkap KH. Tubagus Muhammad Falak Bogor. Marga Bilfaqih Marga Bilfaqih sendiri merupakan marga keturunan Waliyullah Agung Sayyidina Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Asgok bin Abdullah bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam. Dikatakan bilfaqih karena beliau merupakan ulama besar yang menguasai ulumuddin khususnya ilmu fiqih dan syariat dan beliau merupakan ulama serta wali besar di masanya. Sebelum kita jauh mengulas sosok Habib Abdullah Bilaqih ini, saya akan sedikit mengulas mengenai sosok sang ayah, yang juga merupakan ulama besar ahli hadits terkemuka. Habib Abdullah Bilfaqih Malang Sang Ayah Habib Abdul Qadir Bilfaqih Sang ayah yang bernama Habib Abdul Qadir Balfaqih merupakan seorang ulama besar kelahiran Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut, yaman. Beliau lahir pada hari selasa bertepatan dengan tanggal 15 safar tahun 1316 hijriyah atau bertepatan dengan tahun 1896 masehi. Pada saat kelahiran beliau, seorang ulama besar yang bernama Habib Syaikhan bin Hasyim As-Segaf bermimpi bertemu dengan Sulthanul Auliya Sayyidina Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Dalam mimpi tersebut, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menitipkan kitab suci al-Quran al-Adzim kepada Maulana Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf sambil berwasiat agar al-Quran itu diberikan kepada habib Ahmad bin Muhammad Bilfaqih, ayah dari Habib Abqul Qadir Bilfaqih. Akhirnya, pada pagi harinya beliau pun pergi menemui Habib Ahmad dan menceritakan mimpi tersebut. Setelah mendengar penuturan dari Habib Syaikhan, Habib Ahmad pun berkata, "Alhamdulillah malam tadi Allah ta'ala telah menganugerahiku seorang putra, dan itulah takwil dari mimpimu bertemu dengan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani yang telah menitipkan al-Quran dan mewasiatkan agar menyampaikannya kepadaku. Karenanya, putraku ini akan kuberi nama Abdul Qadir, dan aku berharap semoga Allah memberikan nama, maqam, dan kewalianNya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Demikianlah, singkat cerita, Habib Abdul Qadir menjadi seorang ulama besar khususnya dalam bidang hadist Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Bak Pinang Dibelah Dua Habib Abdul Qadir Bilfaqih yang merupakan seorang ulama besar ahli hadits dan ilmu keislaman lainnya memiliki putra yang juga mengikuti jejaknya, sebagai ulama besar dan pendidik yang sangat mumpuni, yaitu Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih. Ibarat Pinang di belah dua, antara ayah dengan anak sama-sama memiliki kualitas yang sangat tinggi dan mumpuni dalam bidang hadits. Habib Abdullah Bilfaqih Muhadits Abad ini Sejak awal Habib Abdul Qadir Bilfaqih memang mengharapkan sang anak, Habib Abdullah, menjadi seorang ulama besar khususnya dalam bidang hadist. Harapan itu tak sekedar harapan kosong tanpa ikhtiar. Namun harapan tersebut berusaha beliau wujudkan dengan memperbanyak diri beribadah, berdoa dan bertakwa kepada Allah. Beliau dengan penuh perhatian dan kasih sayang juga sangat memperhatikan pendidikan habib Abdullah secara ketat, sehingga beliau dengan izin Allah mendapatkan apa yang beliau harapkan tersebut. Sebagai salah satu bukti bahwa Habib Abdul Qadir memang sangat mengharapkan keulamaan sang anak yaitu cerita ketika beliau beribadah menunaikan ibadah haji ke Baitullah, Habib Abdul Qadir menyempatkan diri secara khusus untuk berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Di sana beliau secara khusus memanjatkan doa kepada Allah ta'ala agar dikaruniai putra yang dapat melanjutkan perjuangan beliau dalam mendidik umat, menjadi seorang ulama besar dan seorang ahli hadits yang sangat mumpuni di bidangnya. Dan doa beliau ternyata sudah mulai nampak dikabulkan oleh Allah ketika beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1355 hijriyah atau tahun 1935 masehi, beliau dikaruniai seorang putra yang kemudian bernama Abdullah. Baca Biografi Lengkap Tuan Guru Sekumpul Martapura. Kesempatan mendapatkan karunia besar berupa seorang putra tidak beliau sia-siakan begitu saja. Habib Abdul Qadir dengan penuh kasih sayang dan perhatian, mencurahkan segala ikhtiar upaya untuk mendidik putranya tersebut, habib Abdullah. Dan pada akhirnya upaya beliau tidaklah sia-sia. Habib Abdullah tumbuh menjadi seorang ulama yang sangat mumpuni. Bahkan ketika baru berusia tujuh tahun, habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih telah mampu menghafal keseluruhan al-Quran dengan sangat baik dan lancar. Tentu saja prestaasi yang demikian itu bukanlah sesuatu yang kebetulan semata. Namun kesemuanya itu merupakan buah dari kesungguhan dalam memberikan tarbiyah yang terbaik dari orang tua kepada anaknya yang sangat diharapkannya itu. Ketika beranjak dewasa, Habib Abdullah mengenyam pendidikan di Lembaga Pendidikan at-Taroqi, dari MI hingga MTs, tepatnya di kota Malang. Setelah itu beliau melanjutkan ke Madrasah Aliyah di Ponpes Darul Hadits Al-Faqihiyah li Ahlissunnah Wal Jama'ah. Lembaga pendidikan itu sendiri merupakan lembaga pendidikan yang dibangun oleh Habib Abdul Qadir. Selain berguru secara khusus kepada ayahandanya, habib Abdullah juga berguru kepada Habib Ali Bungur, seorang ulama besar di masanya. Habib Abdulllah kiri bersama sang ayah, Habib Abdul Qadir tengah Selain mumpuni dalam bidang al-Quran, Habib Abdullah juga sangat mumpuni dalam bidang hadits, dan beliau merupakan salah satu ahli hadits dari Indonesia yang bergelar al-Hafidz. Sejak kecil beliau telah memulai menghafal hadits, memperdalam ilmu musthalahul Hadits atau ilmu yang mempelajari hal ihwal hadits beserta perawinya, seperti rijalul hadits, ilmu tentang perawi hadits, ilmu jahr ta'dil atau ilmu tentang kriteria hadits yang dapat diterima, dan ilmu lainnya. Beliau juga mempelajari kitab-kitab Taqribut tahdzib karya Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang imam besar ahli hadits abad pertengahan, dan juga beliau belajar kitab Mizanut Ta'dil karya Al-Hafidz Adz-Dzahabi. Kesungguhan Habib Abdullah dalam belajar ini telah membuahkan hasil yang gemilang. Pada usia yang masih sangat muda beliau telah hafal dua kitab hadits terkenal, yaitu Kitab shahih Bukhari dan kitab Shahih Muslim, lengkap dengan isnad dan silsilahnya. Selain itu pula beliau beliau juga menguasai kitab Induk hadits atau Ummahatus Sitt, seperti Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Musnad Syafi'i, Muwatha' karya Imam Malik, Musnad Imam Ahmad, Al-Ma'ajim ats-Tsalats karya Abul Qasim At-Thabrani, An-Nawadirul Usul karya Imam Hakim At-Turmudzi dan lain sebagainya. Selain sangat mumpuni dalam bidang ulumul hadits, beliau juga sangat mumpuni dalam bidang fiqih dan terutama sekali tasawuf. Dalam bidang fiqih sendiri, beliau memperdalam ilmu tersebut dari ayahandanya langsung. Beliau mempelajari fiqih empat madzhab yang terkenal di dunia islam, yaitu Madzhab Syafi'i, Hanafi, Maliki dan Hanbali. Beliau juga melalap habis kitab-kitab fiqih seperti Al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, Fatawa Ramli, Fatawa Ibnu Hajar dan kitab-kitab fiqih lainnya. Baca Macam-Macam Gelar Ahli Hadits. Suatu ketika Habib Abdul Qadir pernah berkata tentang putranya tersebut, "Aku telah mewariskan kepada putera ku ini empat puluh satu cabang ilmu agama." Habib Abdullah bersama Habib Al-Barkah Ahmad bin Abdullah Al-Attas Pasca wafatnya sang ayahanda tercinta, Habib Abdullah bin Abdul Qadir secara otomatis menjadi penerus sang ayah, menjadi pengasuh pesantren sekaligus pendidik. Beliau menjabat seabrek jabatan, mulai dari menjabat direktur Lembaga Pesantren Darul Hadits Malang, beliau juga memegang jabatan lainnya, seperti menjadi dosen mata kuliah tafsir dan hadits di IAIN dan IKIP Malang, mufti Lajnah Ifta Syari'i, penasihat menteri koordinator kesejahteraan rakyat, mursyid thariqah Al-Alawiyah Al-Mu'tabarah dan jabatan lainnya. Beliau juga berhasil mendapatkan gelar doktor dan hingga guru besar atau profesor. Gelar Doktor Honoriscausa dalam bidang ulumu hadits beliau dapatkan dari Al-Azhar, Cairo, Mesir, sedangkan gelar Profesor HC beliau dapatkan dari Al-Jama'ah, Lahore, Pakistan, serta dari Darunnadwah, Locnow, India, pada tahun 1970 masehi. Sebagai seorang ulama besar, Habib Abdullah dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang namun juga sangat tegas, khususnya dalam menyikapi masalah hukum-hukum agama. Apabila beliau menilai suatu masalah sebagai sesuatu yang benar, maka dengan tegas beliau mengatakan hal itu sebagai sesuatu yang benar, sebaliknya apabila dinilai sebagai sesuatu yang salah maka beliau juga dengan tegas mengatakannya salah. Haq beliau katakan haq, bathil beliau katakan bathil. Selain sebagai ulama yang senantiasa berdakwah melalui ceramah, beliau juga sangat produktif dalam menulis. Diantara tulisan beliau telah dimuat dalam media cetak seperti Surabaya Pos, Harian Merdeka, Bhirawa, Pelita, Berita Buana, Karya Dharma, Berita Yudha dan lain sebagainya. Beliau juga produktif menulis untuk media luar negeri, semisal Al-Manhaj dari Arab Saudi, Al-Liwaul Islami dari Mesir, Al-Madinatul Munawwarah dari Madinah, Al-Arabi dari Makkah, Rabithah Alam Al-Islami dari Makkah, At-Tadhammun dari Mesir, dan lain sebagainya. Akhirnya, sebagai manusia biasa Habib Abdullah pun harus ikhlas mendapatkan jatah umur yang telah ditetapkan oleh Allah. Setelah mengabdi kepada umat dengan tulus ikhlas dan dengan pengabdian yang amat besar, beliau akhirnya dipanggil oleh Allah dengan panggilan penuh kasih sayang. Beliau wafat pada usia 56 tahun, tepatnya pada hari sabtu tanggal 24 Rabiul Awal tahun 1411 hijriyah atau tanggal 30 November tahun 1991 masehi. Dituturkan oleh Maulana Al-Habib Seggaf bin al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, bahwa 3 hari sebelum kewafatan Habib Abdullah, Habib Abdullah sempat menghubunginya dan berpesa agar hadir pada hari ahad tanggal 30 November 1991 atau hari kewafatan Habib Abdullah. Dalam kesempatan itu pula beliau juga sempat menitipkan puetara putri beliau kepada habib Segaf. Sebelum wafat, habib Abdullah menarik nafas panjang dan tiba-tiba mengucapkan Ya Allaah... Setelah itu beliau wafat dan meninggalkan umat untuk selamanya. Habib Abdullah Bilfaqih Malang Habib Abdullah wafat dengan meninggalkan lima orang putera puteri, yaitu Habib Abdul Qadir, Habib Muhammad, Habib Abdurrahman, dan dua orang puteri yang masing-masing dinikahi oleh habib Soleh bin Ahmad Al-Idrus dan Habib Ahmad bin Usman Al-Idrus. Setelah dishalatkan oleh ribuan pelayat di masjid Jami' Malang, beliau pun dimakamkan di samping ayah handanya, di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Umat Islam nusantara tentu saja merasa sangat kehilangan ulama sebesar beliau, karena beliau mampu menjadi seorang ahli hadits besar yang pada zaman ini sangat jarang sekali di temui. Selain itu beliau telah mampu memancarkan nur islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin sehingga tersiarnya islam melalui tangan mulia beliau menjadi satu pemantik yang mampu menyinarkan islam yang seolah-olah sudah meredup di negeri tercinta ini. Dan para murid beliau hingga kini pun bahu membahu meneruskan perjuangan mulia beliau, dan semoga dengan ke-Mahamurahan Allah, beliau mendapatkan derajat tinggi di sisiNya, bersama dengan datuk beliau, Sayyiduna Wa Maulana Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. aamiin Nasab Habib Abdullah Bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang Berikut ini merupakan nasab dari Sayyiduna wa Maulana Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang, beliau putra Maulanal Imam Al-Habr Al-Quthb Al-Habib Abdul Qadir BilFaqih, putra Maulanal Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Umar bin Ahmad bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Faqih bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khala' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja'far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami dari Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra, putri dari Sayyiduna Wa Maulana Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Silsilah Thariqah Alawiyah Habib Abdullah Bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang Adapun sanad thariqah alawiyah beliau yaitu sama silsilahnya sebagaimana di atas hingga sampai kepada Sayyiduna Al-Imam Al-Faqih Al-Muaqaadam Al-Habib Muhammad bin Ali Ba'alawi Radhiyallahu anhu, dari Syaikh Abu madyan bin Syuaib bin Al-Husain dari Syaikh Nuruddin Ali bin Chizihim dari Syaikh Abu Bakar Muhammad bin Abdullah Al-Ma'arifi bin Sayikh Abdul Malik atau Imam haramain dari Syaikh Abdullah bin Yusuf Al-Juwaini dari Syaikh Abu Thalib Muhammad bin Ali Al-Makki dari Syaikh Abu Bakar Dullaf bin Juhdur As-Subly dari Syaikh Abul Qasim Al-Junaid bin Muhammad Al-Baghdadi dari Syaikh Abul Hasan Sari As-Siqthi dari Syaikh Abu Mahfudz Ma'ruf Al-Karkhi dari Syaikh Abu Sulaiman Dawud bin Nushoir At-Tho'i dari Syaikh Abu Muhammad Habib bin Hasan Al-Bashri dari Sayyiduna Wa Imamuna Ali bin Abu Thalib Karramallaahu Wajhah dari Sayyiduna Rasulillah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Habib Abdullah dan Sayyid Muhammad Karya Tulis Habib Abdullah Bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang Berikut ini beberapa karya beliau Mengapa umat islam menerima Pancasila ? Siapakah Ahlussunnah Wal jamaah ? Islam dan Tanda-tandanya, Iman serta Bagian-bagiannya Majmuatul Fatawa Wal-Buhuts al-Islamiyah Al-Mulhah Irghamul Balid fi Ahkamil Ijtihadi Wa Taqlid Tanwirul Ghayahib Fatwa Malid Al-Qaulurrasyiin Fi Adillatittalqin Serangkum Khutbah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw Perlambang Keagungan Ilahi Tulisan Artikel beliau yang dimuat di harian Bhirawa pada hari Selasa 16 April 1985 masehi Puasa Merupakan Mental Training dan Pendidikan Tulisan yang dimuat di harian angkatan baru pada hari kamis 5 november 1970 Hijrah adalah Kunci Sukses Bagi Pembangunan Moril dan Materiil Salinan naskah pidato Habib Abdullah yang ditayangkan secara regional di RRI Surabaya pada 15 Februari tahun 1972 masehi, dalam menyambut tahun baru hijriyah 1392 hijriyah. dan lain sebagainya Kata-Kata Mutiara Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang Jadilah seorang pancasilais yang muslim dan jadilah sosok muslim yang pancasilais Negara-negara di luar kagum dengan kemajuan bangsa Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran dan lain-lain. Namun semua itu yang amat disayangkan, mulai menjalarnya wabah narkotika di kalangan pemuda pemudi kita di bumi pertiwi ini. Saya menghimbau kepada para ulama, aparat negara, dan orang tua agar menyelamatkan mereka dari hal tersebut. Karena sesungguhnya merekalah yang bertanggung jawab atas hal ini. Janganlah mencintai Rasulullah dengan cinta yang dusta. Kita menyatakan cinta, namun kita jauh dari ajarannya. Maka itu merupakan cinta yang palsu serta sebuah kebohongan belaka. Landasan paling ampuh dan sangat kuat adalah rasa iman kepada Allah dan bagina nabi Muhammad saw Ilmu tidak akan berguna bagi murid pembohong. Bukan dinamakan hidup bagi seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan Sebarluaskanlah ajaran agama islam dimanapun engkau berada dengan membawa bekal ilmu Bukan dinamakan hidup bagi seseorang yang tidak mengenal Allah dan rasulNya, serta tidak pula mengenal ajarannya Ilmu adalah pembuka hati, yang tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt Ilmu itu membutuhkan amal, sedangkan amal membutuhkan keikhlasan dan keikhlasan tersebut membutuhkan cahaya Seseorang yang sedang menuntut ilmu agama dengan penuh keikhlasan semata karena Allah swt, lalu dianugerahi dapat bermimpi baginda nabi Muhammad saw maka itu pertanda bahwa ia akan dijadikan seorang yang alim Seseorang yang banyak membaca shalawat kepada baginda nabi Muhammad saw akan cepat wushul atau sampai dengan beliau saw Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada baginda nabi Muhammad saw tidaklah pernah merugi di dunia dan di akhirat Jadilah kalian sebagai ahli nur, caranya isilah hati-hati kalian dengan dzikir, shalawat, istighfar, dan selalu adakan komunikasi dengan Allah swt Jikalau engkau berdoa, lalu dihatimu terasa sesuatu membekasnya sebuah perasaan khusyu' maka hal itu merupakan pertanda dikabulkannya doa. dan lain sebagainya. Santri-santri Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Habib Abdullah memiliki ribuan santri, diantaranya yaitu Habib Ahmad al-Habsy pengasuh ponpes Ar-Riyadh palembang Habib Muhammad Ba'abud Pengasuh Ponpes Darun Nasyi'in Malang Habib Syaikh bin Ali Al-Jufri Pengasuh Ponpes Al-Khairat Jakarta Timur KH. Alawy Muhammad Pengasuh Ponpes At-Taroqi Sampang, Madura Prof. Dr. Quraisy Shihab Prof. Dr. Alwi Shihab dan lain sebagainya Makam Habib Abdullah Bilfaqih dengan Sang Ayah, Habib Abdul Qadir Bilfaqih Makam Habib Abdullah Bilfaqih di Kasin Malang Jawa Timur
Daftar Isi Profil Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Kelahiran Wafat Pendidikan Menjadi Pengasuh Pesantren Murid-Murid Kelahiran Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih adalah putra pertama dari pasangan Habib Abdul Qadir dengan Syarifah Ummi Hani binti Abdillah bin Agil. Beliau lahir pada 12 Rabiul Awal 1355 H/1935 M Wafat Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih wafat pada usia 56 tahun, hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H atau 30 November 1991. Jenazah beliau dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur. Pendidikan Semasa kecil Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih dididik langsung oleh ayahandanya untuk belajar ilmu agama, dan al-Qur’an. Pendidikan yang diberikan oleh ayahnya mampu diserap dengan baik oleh putranya. Hal tersebut dibuktikan dengan di usianya yang masih tujuh tahun, beliau sudah hafal Al-Quran. Menjelang dewasa, Habib Abdullah melanjutkan pendidikannya di Lembaga Pendidikan At-Taroqi Malang, di sana beliau sekolah madrasah ibtidaiyah hingga tsanawiyah, kemudian melanjutkan ke madrasah aliyah di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah li Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah. Di pondok pesantren tersebut Habib Abdullah dituntut oleh sang ayahnya agar menjadi seorang yang ahli hadis. Berkat dorongan dari sang ayah dan ketekunannya, dalam usianya yang masih muda beliau sudah mampu menghafal kitab-kitab hadis, antara lain dua kitab hadis shahih, yakni Shahihul Bukhari dan Shahihul Muslim, lengkap dengan isnad dan silsilahnya kitab-kitab selanjutnya adalah kitab Ummahatus Sitt kitab induk hadits, seperti Sunan Abu Daud Sunan Turmudzy Musnad Syafi’iMusnad Imam Ahmad bin Hanbal Muwatha’ karya Imam MalikAn-Nawadirul Ushul karya Imam Hakim At-Turmudzy Al-Ma’ajim ats-Tsalats karya Abul Qasim At-Thabrany Tidak hanya menghafal hadis, Habib Abdullah juga memperdalam ilmu musthalah hadis, yaitu ilmu yang mempelajari hal ikhwal hadis berikut perawinya. Selain itu, Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih juga menguasai Ilmu Jahr Ta’dil kriteria hadits yang diterima dengan mempelajari kitab-kitab Taqribut Tahzib karya Ibnu Hajar Al-Asqallany Mizanut Ta’dil karya Al-Hafidz adz-Dzahaby Kitab Fiqih Empat Madzhab Selain dikenal sebagai ahli hadis, Habib Abdullah juga memperdalam tasawuf dan fiqih langsung dari ayahandanya. Dalam ilmu fiqih ia mempelajari kitab fiqih empat madzhab Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, termasuk kitab-kitab fiqih lain, seperti Fatawa Ibnu Hajar, Fatawa Ramli, dan Al-Muhadzdzab Imam Nawawi. Menjadi Pengasuh Pesantren Setelah ayahannya, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al Alawy wafat pada 12 Rabi`ul Awwal 1364 / 12 Februari 1945 di Kota Malang, Jawa Timur, Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih menggantikan ayahandanya sebagai penerus untuk mengasuh dan memimpin pesantren. Murid-Murid Ketika Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih menjadi pengasuh menggantikan ayahnya, beliau telah mencetak murid-muridnya yang mengikuti jejak langkah guru mereka dengan membuka pesantren-pesantren demi menyiarkan dakwah dan ilmu, antaranya ialah Habib Ahmad al-Habsyi PP ar-Riyadh, Palembang Habib Muhammad Ba’Abud PP Darun Nasyi’in, Lawang KH. Alawi Muhammad PP at-Taroqy, Sampang, Madura
Pangkalpinang ANTARA - Habib Al-Ali bin Hasan Bilfaqih, keturunan ke-6 dari Al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Yaman, hadir meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Kampus Kite "Al-Madaniah" Universitas Bangka Belitung UBB. "Kita menyaksikan bagian dari sejarah di peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Madaniah ini yg insyaAllah akan terbangun di UBB," kata Habib Al-Ali saat memimpin peletakan batu pertama masjid kampus kite "Al-Madaniah" di UBB, Jumat. Habib Al-Ali mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan bergembira adanya pembangunan masjid ini karena akan mempererat hubungan antar manusia dengan penciptanya dan semoga menjadi amalan yang mulia untuk semua umat manusia. "Semoga kehadiran masjid ini akan memberikan barokah secara khusus untuk UBB dan secara umum dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat Babel," kata Habib Al-Ali. Dikesempatan ini Habib Al-Ali juga mengisi tausiyah tentang pentingnya memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, karena Allah dan para Nabi-Nya sangat menyukai umat yang berakhlak mulia. "Salah satu perkara penting yang harus dimiliki umat manusia adalah bagaimana kita mengikuti sifat Nabi Muhammad yang memiliki akhlak yang mulia, karena sosok yang paling dimuliakan Allah adalah umat yang berakhlak mulia," ujarnya. Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim mengatakan, luas lahan dipekarangan UbB sekitar 146 hektar. Dari luas tersebut baru 30 persen yang digunakan. Dan kini 2 hektar dari lahan yang ada akan dibangun masjid kampus kite "Al-Madaniah" UBB. Masjid kampus kite Al-Madaniah UBB dibangun sedikit jauh dari gedung rektorat dan gedung kampus, namun lebih dekat dari kota Pangkalpinang karena berada di gerbang Selatan pintu masuk UBB. Jika dari Kota Pangkalpinang, saat melewati jembatan jerambah gantung, maka lebih menghemat waktu sekitar 10-15 menit untuk tiba di UBB, sehingga nantinya masyarakat disekitar jerambah gantung kota Pangkalpinang juga dapat memanfaatkan masjid tersebut untuk beribadah. "Sekitar 100 meter dari jembatan jerambah gantung itu ada gerbang Selatan pintu masuk UBB, dan keberadaan Masjid ini berjarak 30 meter dari gerbang tersebut," kata Ibrahim. Ibrahim menambahkan, Masjid Kampus Kite "Al-Madaniah" UBB di design dengan gaya kekinian tanpa ada dinding, sehingga saat bersujud atau sholat para jemaah langsung menghadap taman masjid atau pemandangan hijau di sekitar lingkungan tanpa ada dinding pembatas. Mereka yang mendesign masjid adalah dosen dari tiga program studi di UBB, yakni prodi teknik sipil, perencana kota dan arsitektur. Pembangunan Masjid diperkirakan membutuhkan dana diatas Rp 10 miliar dan akan dilakukan dalam tiga tahap. "Masjid ini dibangun bukan dari dana kampus, tapi dana swadaya para civitas UBB, stakeholder terkait dan masyarakat yang ingin menginfakkan sedikit rejekinya untuk membantu pembangunan Masjid ini kita persilahkan, agar masjid ini segera terbangun dan bermanfaat untuk kita semua," harapnya.
keturunan habib abdullah bilfaqih