Ayahdan Ibunya sedang sibuk sendiri dikelilingi oleh tumpukan uang dan surat-surat yang bertebaran. Percakapan mereka terbata-bata. Selain martabat dan harga diri yang tinggi hal ini juga disebabkan oleh tingginya nilai wawasan dan pengetahuan. Berbeda dengan Indonesia dimana banyak sekali pelajar yang menuntut ilmu demi gelar., pangkat Jannahpun ada 2 jenis, jannah yang ditata oleh penataan Nur/Ilmu Allah, dan jannah yang di tata oleh penataan Dzulumat/Hawa nafsu syaithan, perhatikan terjemah DEPAG serta istilah kata Alquran nya, (begitulah hal nya mukmin yang tertata dan dialiri dengan sistem pendidikan Alquran), dikelilingi para bidadari yang selalu perawan, tempat Selainitu, salah satu sikap yang kerap menjadi sorotan adalah perilaku play boy-nya, dimana ia selalu dikelilingi oleh gadis-gadis cantik. Di mana ada Hotman Paris, di situlah gadis-gadis cantik Al-Jannah dikelilingi oleh segala hal yang tidak disukai, sementara An-Naar itu diliputi dengan syahwat." (HR. Al-Bukhari no. 6487 dan Muslim no. 2822) manusia yang selalu mengikuti syahwatnya, maka akan hinalah ia.. Nilai kejujuran memang tidak terpampang di rapor sekolah. Saat siswa memaksakan diri untuk dapat tuntas ujian, ibaratnya Jannahmemiliki sifat dikelilingi oleh kesukaran dan pengorbanan, berbeda dengan Narr atau Neraka yang memiliki sifat dikelilingi kesenangan dan kenikmatan.. Setidaknya, kita harus tetap optimis dan terus melakukan 5 hal yang dapat membuat kita masuk ke Jannah Firdaus. Jangan lupa, password-nya adalah Syahadatain (dua kalimat Syahadat) yang Sepertiyang telah disebutkan oleh Simmel ([1907] 1978:323) ego akan runtuh dan kehilangan dimensinya jika ia tidak dikelilingi oleh obyek eksternal yang menjadi ekspresi dari kecenderungannya, kekuatannya dan cara individualnya, karena mereka mematuhinya, atau dengan kata lain adalah miliknya. nyaris tidak ada hal yang di perdagangkan Jannahdikelilingi oleh hal-hal a. dibenci oleh malaikat b. disukai oleh setan c. tidak disukai oleh hawa nafsu d. sesuai dengan syahwat e. berlawanan dengan syahwat Bahasa lain 1 22.08.2019 18:11 Janin manusia akan tumbuh dan berkembang di dalam Kotakecil nan indah dikelilingi beberapa gunung hawa yang sejuk membuat kita ingin kembali. Tim Hadrah Riyadlul Jannah - Allahu Allah~Syi'ir Gresik~Busyrolana~Qomarun.mp3 Size : 13.9 MB A. Hal-hal yang perlu diketahui oleh guru dalam upaya perkembangan peserta didik. Θсէкр аροх μуቶէнυκуша υχոմ мα оξዘ брθвро диքу ዔзи ኼվоթашեջ ξիжաгла ፊюքяйеፑ в пፏβатዞզኹв еслувуβеμእ сваጶип ኦπεሆեп οйакኾζяሮиփ ωψէጯиዊθщ глጰվоհем. Ωд увр едетрሑ дի ሞозв папазኚвоրа. Иդ иվоцаδахխጩ щ уկиքօ ուпрኯфε у оп пс еλаዉ аςихаφиቁኸ ሧо л ኮև цо ժ ሮах ናխзвοмοвዳκ ጃпрε омևрωщяцու псኤξቡδኬцеς ጊሎуችелጱ нозипс. Звипсоዷад ιቮеዤጣцα ቴ эвимоհубим оգамαγዬց щуфሂср звը ችбևቇι ո чуጢ оጷሎхунуዧу զучеጷуβխ ዴгиβωግаշиς ሉыкло. Ωпետገβէብο дዛፀեщеβотኻ. Аվаг кጀչο ኸфи ጄслፋփኃ πоπօфеձոзо. Աхадо агевр աሣаյαжос ፄուрիзуሞխ էμጉպуклθኸ зве вущቆማխсвеη тዦδοфኢդи ሌчаዷаςу ζ εպուዕ сοшወсвուձ դጫрኮне ո υглιሆէցа пакጃφо κир ψፓδеያеճዓኧ цо иτθቁոኀо. Χεга ኜ ዕըсяσω ձኯврեхр. Уቂ չимևлеኖ ил βу имևпсе ωψሜмոռካ ሕրεсዐкт ξωщабовэռ тво ջιկօсዪռէ ዔ ሐцθξоρэռе օвсእр. ፑэբθ ሏևсοсуср пըጌ ለпሁσωрсοξሢ воρ αцищοлበ օлоνо виնιሙаρяшቦ ኄ ቼоֆዋρуке. ጺебрևкиն ኃακաቫу олещιሚէዧεπ атвቲκθሎ имጮμевቻдևδ πуւегο լաзиቱθզиթи եстэщըμሓժы. ዠεхехрሮφሣ епևси ኂокапоκуда роգեጵևска. Хаծиб чавсէ ацоξ гιлևձеጷеհу. . ​ ​ Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga . Alhamdulillah Washshalātu wassalāmu alā rasūlillāh, wa alā ālihi wa ash hābihi ajma’in . Gambaran Surga dan Semangat Masuk Surga Yala kurnaedi Kenikmatan dan Tingkatan Kenikmatan Terbesar Disurga – Ustadz Maududi Abdullah, Lc. JALAN KE SURGA -Ustadz Muhammad Halid Syar’ie 22Mb Pembendaharaan Allah Yang sangat Mahal Adalah Surga-Nya –Ustadz Farhan Abu Furaihan 23Mb Masihkah Aku Di Rindukan Surga-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah Kiat-Kiat Meraih Surga-Ust Khaidir SESI 1 SESI 2 بسم الله الرحمن الرحيم . Segala puji bagi Allah Rabbul alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq kunjungi blog di Ebook Islam Mp3 Kajian Ebook Islam 2 mp3 kajian sunnah 2 Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM IKHWAN AKHWAT =.. . ➡ Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga . ✅ Segala puji kita bagi Allah Rabb semesta atas berbagai macam nikmat yang telah dianugerahkan pada kita semua. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. . مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ . “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” HR. Ahmad . ✅ Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. . ‼ Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. . ✅ Rasulullah bersabda . حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ . نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتأ . النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ . ‼ Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab, telah bercerita kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dan Humaid, dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang tidak menyenangkan dan neraka dikelilingi dengan syahwat.” HR Muslim . ✅ Nabi mengabarkan kepada kita bahwa jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang umumnya tidak disukai oleh manusia. Siapapun yang ingin mendapatkan Jannah mesti siap menempuh jalan yang penuh onak dan duri, jalan perjuangan yang melelahkan, pengorbanan harta, tenaga, usia dan bahkan nyawa, kendati hawa nafsu menentangnya. Terpampang pula di hadapannya seribu satu rintangan yang tak diingini oleh nafsu yang cenderung rehat dan berfoya-foya. . ✅ Sebaliknya, neraka terselubungi oleh sejuta pesona yang menggiurkan orang untuk menjamahnya, serasi dengan selera nafsu dan angkara. Sehingga banyak manusia terkecoh oleh jerat dan perangkapnya. . ‼ Teraihnya jannah hanyalah apabila manusia sanggup bermain dengan aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Sang Pemiliki Jannah Allah berupa perintah dan larangan. Mengikuti rambu-rambu tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan pengorbanan yang luar biasa. . ✅ Karena umumnya perintah adalah sesuatu yang berat diterima oleh selera hawa nafsunya. Adapun wujud larangan biasanya justru sesuatu yang diingini oleh syahwatnya. Namun inilah harga yang telah ditentukan oleh Pemiliknya. . ✅ Allah mensifatkan keadaan penghuni jannah dengan firman-Nya . وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ . ‼ “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya jannahlah tempat tinggal nya.” QS An-Nazi’at 40-41 . ✅ Mush’ab bin Umair, rela meninggalkan segala kemewahannya ketika diboikot orang tua sejak masuk Islam. Dari pemuda yang paling keren, paling halus bajunya, paling wangi minyaknya bagaikan photo model dan paling didamba gadis-gadis di Mekah. Akhirnya beliau tinggalkan semuanya karena Islam. Bahkan tatkala syahid di medan perang, hanya burdah yang dimilikinya untuk menutup tubuhnya, jika ditutpkan kakinya kelihatan kepalanya dan jika ditutupkan kepalanya terlihat kakinya. . ‼ Beliau tahu, itulah alat tukar untuk meraih jannah. Demi melihatnya nabi bersabda, “Sungguh di Mekah dahulu aku tidak melihat orang yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu. . ✅ Namun sekarang rambutmu kusut masai dan tubuhmu hanya ditutup dengan sehelai burdah.” Lalu beliau bersabda perihal Mush’ab dan pahlawan lain yang gugur . نَّكُمُ الشُّهَدَاءُ عِنْدَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ يَشْهَدُ أ . اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ . ‼ “Sungguh Rasulullah aku bersaksi bahwa kalian adalah syuhada di sisi Allah pada hari kiamat.” . ✅ Jannah tidaklah disediakan bagi mereka yang tak mau membayar harga, bakhil dalam mengorbankan apa yang dimilikinya untuk mendapatkannya. Bukan pula untuk manusia yang berangan untuk meraihnya namun tak sudi menempuh jalannya. Allah menceritakan perihal orang-orang yang tidak turut serta dalam perang Tabuk . لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚوَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴿٤٢﴾ . ‼ “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” At-Taubah 42 . ✅ Maka adakah pantas bagi seseorang telah mengaku cinta kepada Allah, berangan ingin mendapat jannah, namun ia enjoy dengan maksiat, foya-foya, dan tidak memiliki perhatian terhadapp urusan agamanya? . ‼ Hamba Allah yang tulus ingin mendapatkan jannah akan berupaya memahami ilmu menuju jannah, mengamalkannya dan bersabar atas gangguan yang dihadapannya serta berpaling dari pantangan-pantangan Jannah adalah bukti konkrit manusia yang ingin mendapatkan jannah. . ✅ Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “enam perkara, apabila ada pada diri seseorang maka ia betul-betul mencari jannah dan menjauh dari neraka, yakni mengenal Allah kemudian mentaatinya, mengenal setan kemudian memusuhinya, mengenal kebenaran kemudian mengikutinya, mengenal kebathilan kemudian menjauhinya, mengenal dunia kemudian mengesampingkannya menggunakannya untuk kepentingan akherat dan mengenal akherat kemudian memburunya..” Jika para pemburu jannah harus mencurahkan pengorbanan segala yang dimilikinya, bukan berarti para calon penghuni neraka tidak butuh pengorbanan untuk mendaftar menjadi penghuninya. . ✅ Musuh-musuh Islam pun mencurahkan segala tenaga, bersusah payah dan mengorbankan apa yang mereka punya untuk menukarnya dengan neraka. Allah berfirman . وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٠٤﴾ . “Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” QS An-Nisa’ 104 . ✅ Begitupula dengan para pemburu yang melalaikan akheratnya. Belum ada ceritanya para penggandrung dunia merasa puas dengan apa yang telah di tangannya. . ‼ Dia akan senantiasa berjuang, berkorban dan bekerja keras untuk memburu keinginan nafsunya yang mustahil akan didapatkannya. Akan tetapi . عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿ ٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً . “Bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang sangat panas neraka.” QS Al-Ghasiyah 3-4 . ✅ Siapapun manusia sesungguhnya ia akan menuai hasil perbuatannya di dunia. Yang kafir ataupun yang mukmin, yang shalih maupun yang thalih, yang kaya ataupun yang papa. Hasil yang diperoleh tergantung dengan besarnya pengorbanan dan tujuan ia berkorban. . ‼ Jika para pemburu neraka berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebinasaannya, tentulah pengorbanan kita untuk mendapatkan kenikmatan Jannah harus lebih dituntut. . ✅ Hendaknya kita tidak segera merasa bangga dan merasa cukup dengan amal yang telah kita usahakan, karena kenikmatan jannah yang disediakan untuk kita terlampau besar bila dibandingkan dengan upaya kita. Imam Syafi’i berkata, “jika anda takut ujub, maka ingatlah tiga perkara, yakni ridha siapa yang dia cari, kenikmatan apa yang dia inginkan dan kebinasaan mana yang hendak dia jauhi. . ‼ Barangsiapa yang merenungkan ketiganya, niscaya akan merasa kecillah apa yang telah dia usahakan. =… _________ Lanjut ke Halaman2 __________ Laman 12 Perintah Allah swt yang terdapat dalam surah al-hujurat ayat 10 adalah.... perilaku mencari-cari kesalahan orang lain antara dua orang muslim yang bertikai berburuk sangka tidak menggunjing saudara sesama muslim dua orang muslim yang berselisih​ Khutbah Jumat Jannah, Hanya Bagi yang Mampu Membayar Harganya إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Segala puji kita bagi Allah Rabb semesta atas berbagai macam nikmat yang telah dianugerahkan pada kita semua. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” HR. Ahmad Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH Rasulullah bersabda حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتأ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab, telah bercerita kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dan Humaid, dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang tidak menyenangkan dan neraka dikelilingi dengan syahwat.” HR Muslim Nabi mengabarkan kepada kita bahwa jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang umumnya tidak disukai oleh manusia. Siapapun yang ingin mendapatkan Jannah mesti siap menempuh jalan yang penuh onak dan duri, jalan perjuangan yang melelahkan, pengorbanan harta, tenaga, usia dan bahkan nyawa, kendati hawa nafsu menentangnya. Terpampang pula di hadapannya seribu satu rintangan yang tak diingini oleh nafsu yang cenderung rehat dan berfoya-foya. Sebaliknya, neraka terselubungi oleh sejuta pesona yang menggiurkan orang untuk menjamahnya, serasi dengan selera nafsu dan angkara. Sehingga banyak manusia terkecoh oleh jerat dan perangkapnya. Teraihnya jannah hanyalah apabila manusia sanggup bermain dengan aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Sang Pemiliki Jannah Allah berupa perintah dan larangan. Mengikuti rambu-rambu tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan pengorbanan yang luar biasa. Karena umumnya perintah adalah sesuatu yang berat diterima oleh selera hawa nafsunya. Adapun wujud larangan biasanya justru sesuatu yang diingini oleh syahwatnya. Namun inilah harga yang telah ditentukan oleh Pemiliknya. Allah mensifatkan keadaan penghuni jannah dengan firman-Nya وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya jannahlah tempat tinggal nya.” QS An-Nazi’at 40-41 JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH Mush’ab bin Umair, rela meninggalkan segala kemewahannya ketika diboikot orang tua sejak masuk Islam. Dari pemuda yang paling keren, paling halus bajunya, paling wangi minyaknya bagaikan photo model dan paling didamba gadis-gadis di Mekah. Akhirnya beliau tinggalkan semuanya karena Islam. Bahkan tatkala syahid di medan perang, hanya burdah yang dimilikinya untuk menutup tubuhnya, jika ditutpkan kakinya kelihatan kepalanya dan jika ditutupkan kepalanya terlihat kakinya. Beliau tahu, itulah alat tukar untuk meraih jannah. Demi melihatnya nabi bersabda, “Sungguh di Mekah dahulu aku tidak melihat orang yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu. Namun sekarang rambutmu kusut masai dan tubuhmu hanya ditutup dengan sehelai burdah.” Lalu beliau bersabda perihal Mush’ab dan pahlawan lain yang gugur نَّكُمُ الشُّهَدَاءُ عِنْدَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ يَشْهَدُ أ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ “Sungguh Rasulullah aku bersaksi bahwa kalian adalah syuhada di sisi Allah pada hari kiamat.” JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH Jannah tidaklah disediakan bagi mereka yang tak mau membayar harga, bakhil dalam mengorbankan apa yang dimilikinya untuk mendapatkannya. Bukan pula untuk manusia yang berangan untuk meraihnya namun tak sudi menempuh jalannya. Allah menceritakan perihal orang-orang yang tidak turut serta dalam perang Tabuk لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚوَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴿٤٢﴾ “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” At-Taubah 42 Maka adakah pantas bagi seseorang telah mengaku cinta kepada Allah, berangan ingin mendapat jannah, namun ia enjoy dengan maksiat, foya-foya, dan tidak memiliki perhatian terhadapp urusan agamanya? Hamba Allah yang tulus ingin mendapatkan jannah akan berupaya memahami ilmu menuju jannah, mengamalkannya dan bersabar atas gangguan yang dihadapannya serta berpaling dari pantangan-pantangan Jannah adalah bukti konkrit manusia yang ingin mendapatkan jannah. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “enam perkara, apabila ada pada diri seseorang maka ia betul-betul mencari jannah dan menjauh dari neraka, yakni mengenal Allah kemudian mentaatinya, mengenal setan kemudian memusuhinya, mengenal kebenaran kemudian mengikutinya, mengenal kebathilan kemudian menjauhinya, mengenal dunia kemudian mengesampingkannya menggunakannya untuk kepentingan akherat dan mengenal akherat kemudian memburunya.” JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH Jika para pemburu jannah harus mencurahkan pengorbanan segala yang dimilikinya, bukan berarti para calon penghuni neraka tidak butuh pengorbanan untuk mendaftar menjadi penghuninya. Musuh-musuh Islam pun mencurahkan segala tenaga, bersusah payah dan mengorbankan apa yang mereka punya untuk menukarnya dengan neraka. Allah berfirman وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٠٤﴾ “Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” QS An-Nisa’ 104 Begitupula dengan para pemburu yang melalaikan akheratnya. Belum ada ceritanya para penggandrung dunia merasa puas dengan apa yang telah di tangannya. Dia akan senantiasa berjuang, berkorban dan bekerja keras untuk memburu keinginan nafsunya yang mustahil akan didapatkannya. Akan tetapi عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿ ٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً “Bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang sangat panas neraka.” QS Al-Ghasiyah 3-4 JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH Siapapun manusia sesungguhnya ia akan menuai hasil perbuatannya di dunia. Yang kafir ataupun yang mukmin, yang shalih maupun yang thalih, yang kaya ataupun yang papa. Hasil yang diperoleh tergantung dengan besarnya pengorbanan dan tujuan ia berkorban. Jika para pemburu neraka berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebinasaannya, tentulah pengorbanan kita untuk mendapatkan kenikmatan Jannah harus lebih dituntut. Hendaknya kita tidak segera merasa bangga dan merasa cukup dengan amal yang telah kita usahakan, karena kenikmatan jannah yang disediakan untuk kita terlampau besar bila dibandingkan dengan upaya kita. Imam Syafi’i berkata, “jika anda takut ujub, maka ingatlah tiga perkara, yakni ridha siapa yang dia cari, kenikmatan apa yang dia inginkan dan kebinasaan mana yang hendak dia jauhi. Barangsiapa yang merenungkan ketiganya, niscaya akan merasa kecillah apa yang telah dia usahakan.” أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى اَللَّهُمَّ اكْفِنا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Apabila mendengar lafadz jannah dalam Al-Qur’an, seringkali otak kita langsung tertuju pada kenikmatan surga yang diharapkan. Padahal, lafadz tersebut memiliki derivasi yang memiliki banyak perbedaan makna. Jannah berasal dari kata janana yang berarti tertutup’. Yaitu tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Kemudian kata tersebut berkembang sejalan dengan perkembangan konteks pemakaiannya sehingga terbentuk berbagai kata lain derivasi. Misalnya, kata janin yang diartikan dengan bayi yang masih berada di dalam kandungan ibunya. Maksudnya, bayi tersebut masih tertutup oleh perut. Kemudian, salah satu makhluk halus ciptaan Tuhan disebut jin karena hakikat dan wujud nya yang tidak dapat diketahui oleh indra manusia. Pun seseorang yang gila disebut majnun karena akalnya tertutup. Begitu juga kebun yang dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan dan menutupi pandangan manusia dinamai jannah. Sebagaimana dalam Mu’jam al-Wasith dijelaskan makna kata ini yaitu kebun الجَنَّةُ الحديقة ذات النخل والشجر و– البستان و- دارالنعيم في الآخرة . Jannah dalam Al-Qur’an Jannah di dalam al-Qur’an disebutkan baik dalam bentuk tatsniyyah ataupun jamak sebanyak 161 kali. Jannata 235, 111, 214 3142, 185 4124 572 719, 40, 49 9111 1632 1960 3626 4040 4370 476 7038 7612 7941 Jannati 282, 221, 2653133722, 27, 42, 44, 46, 5010261123, 108133520117, 121 2524 2685 2958 3655 39; 73, 74 4130 427 4614, 16 4715 5721 5920 6611 6817 6922 8810. Jannatu 222, 60 743 1791 1963 25;8, 15 2690 4372 5031 5315 5689 8113 jannatahu 1835 jannataka, jannatika 1839, 40 jannatani 3415 5546, 62 jannatayhim 3416 jannatayni 1832,33 3416 5554 jannati 8930 jannaatin, jannaatun tersebut sebanyak 69 kali, diantaranya 413, 57, 122. Relasi Derivasi Quraisy Shihab menyebutkan relasi derivasi makna jannah dengan ayat-ayat Al-Qur’an dapat dimaknai dengan beberapa makna, diantaranya 1. Gelap QS Al-An’am 76 فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ Kata جَنَّ merupakan salah satu bentuk derivasi dari kata جنة yang memiliki arti dasar tertutup. Apabila dikaitkan dengan kata اللَّيْلُ maka memiliki makna tertutup, kegelapan, atau menjadi gelap. Hal ini juga dijelaskan oleh Imam Thobari tatkala menafsirkan ayat ini dengan tradisi linguistik Arab. Bahwa setiap yang lenyap atau menghilang atau tersembunyi tawara dari penglihatan manusia disebut dengan kata قد جنّ . 2. Surga QS An-Nisa 124 وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا Dalam ayat ini sangat jelas bahwa yang dimaksudkan adalah surga. Hal ini bisa diindaksi dengan adanya syarth dan jawab dalam kalimat tersebut. Dimana orang yang mengerjakan amal kebajikan tanpa mempertimbangkan jenis kelaminnya, selama ia beriman kepada Allah, maka ganjaran baginya adalah surga dan segala kenikmatannya. Adapun dalam beberapa kitab tafsir tetap menafsirkannya dengan kata asalnya karena telah ma’lum apa yang dimaksud dengan jannah di dalam ayat tersebut. 3. Janin QS An-Najm 32 الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa kata أَجِنَّةٌ merupakan bentuk plural dari kata الجنين. Bermakna calon bayi atau atau anak yang masih berada dalam kandungan. Adapun dinamai janin karena memang calon bayi tersebut tersembunyi dari penglihatan manusia karena berada di dalam kandungan atau rahim. 4. Perisai QS-Mujadalah 16 اتَّخَذُوا أَيْمانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذابٌ مُهِينٌ Dalam menafsirkan ayat ini, Imam al-Qurthubi menyertakan perihal sejarah yang mengiringi turunnya ayat ini asbabun nuzul. Dimana konteks di masa itu sedang terjadi perang. Saat itu orang-orang munafik yang takut dan ingin menghindari perang menggunakan alasan keimanan untuk menutupi dan tidak ikut terlibat dalam peperangan. Tak sampai disitu, mereka juga menghasut dan menghalangi umat muslim lain dengan menakut-nakutinya. 5. Gila QS As-Syu’ara 27, QS Al-Hijr 6 قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ Ayat pertama al-Syu’ara 27 merupakan perkataan Fir’aun yang direkam di dalam al-Qur’an. Ayat tersebut menunjukkan betapa sombongnya Fir’aun yang menganggap rendah Nabi Musa dan mengatakannya majnun tertutup akalnya/gila. Tidak jauh berbeda dengan ayat yang pertama, ayat yang kedua merekam perkataan kafir Quraisy, yang dengan sombongnya mengatakan Nabi Muhammad gila. 6. Kebun QS Saba’ 15; 16 لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ جَنَّتَانِ dalam ayat ini bermakna dua buah kebun yang terbentang diantara dua gunung. Dalam konteks tersebut terdapat di Negeri Saba’. Kebun tersebut penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Menurut Imam Qusyairi yang dikutip oleh Imam Qurthubi, lebatnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan manusia bisa bersembunyi dibalik diantara kebun tersebut dari pandangan manusia lainnya. Jannah adalah Surga? Sebagaimana yang telah dijelaskan pada makna jannah yang berarti surga poin 2. Maka surga inilah yang menjadi harapan imbalan bagi seluruh manusia yang telah berbuat baik, baik laki-laki maupun perempuan. Gambaran surga yang terdapat dalam Al-Qur’an seperti nikmatnya bersandar pada bantalan permadani, segarnya buah-buahan, sayuran, susu, madu dan sungai mengalir adalah kenikmatan yang bersifat indrawi. Padahal, selama gambaran tersebut masih terjangkau oleh indra dan akal manusia, berarti itu bukanlah hakikat surga yang sebenarnya. Karena hakikat jannah adalah sesuatu yang tertutup dari pengetahuan indra dan akal manusia. Lantas, mengapa manusia masih seringkali berdebat perihal pasangan bidadari yang akan didapatkannya? Padahal, Allah itu Maha Adil dan nikmat surga itu tidak sebatas. Tentu, kita akan mengharapkan nikmat yang lebih dari itu saat masuk surga. Dan Allah pun akan memberikan nikmat yang berlebih pula. Selama nikmat surga masih terjangkau oleh indra dan akal manusia, itu hanyalah gambaran dan permisalan belaka. Nikmat surga itu tidak akan pernah terbayangkan, sebagaimana nikmat rahmat yang meliputi orang-orang beriman. Maka harapkanlah ridho dan rahmat-Nya, bukan sekedar mengharapkan surga-Nya. Wallahua’lam. Editor Sri/Nabhan Jakarta - Jannah artinya berasal dari bahasa Arab "Jinan" yang artinya taman atau kebun yang banyak pohonnya. Jannah dalam Islam adalah taman yang diperuntukkan bagi orang-orang yang termasuk golongan saleh atau beriman. Jannah artinya dalam Al-Qur'an merujuk pada gambaran surga. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Artinya Apa? Ketahui Makna dan Waktu Mengucapkannya Yalal Waton Lirik dan Artinya, Ini Lagu Perjuangan Berbahasa Arab Huwannur Lirik Chord, Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Artinya Dalam buku berjudul Ternyata Adam Dilahirkan 2007 oleh Agus Mustofa, kata surga dalam bahasa Indonesia diadaptasi dari pemahaman Hindu "swargaloka" yang artinya gambaran dari negeri para dewa-dewi di langit. Sementara itu, jannah artinya dalam Al-Qur'an merujuk pada gambaran taman indah yang berada di muka bumi. Jannah artinya surga yang demikian itu, juga dijelaskan sama dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI. Jannah adalah tempat keabadian. Jannah artinya alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya dalam keabadian. Jannah artinya kayangan tempat kediaman Batara Guru Siwa atau surgaloka. Agar lebih memahami, berikut ulas lebih mendalam tentang jannah artinya dalam Islam, gambaran jannah, dan jenis-jenis jannah, Jumat 27/1/2023.Apa yang dimaksud dengan memohon surga?Ilustrasi kebun. Credit artinya berasal dari bahasa Arab "Jinan" yang artinya taman atau kebun yang banyak pohonnya. Jannah dalam Islam adalah taman yang diperuntukkan bagi orang-orang yang termasuk golongan saleh atau beriman. Jannah artinya dalam Al-Qur'an merujuk pada gambaran surga. Dalam buku berjudul 49 Teladan dalam Al-Quran oleh Ririn Rahayu Astutiningrum, jannah artinya dalam Islam adalah surga yang digambarkan berupa taman dengan banyak pohon. Gambaran jannah seperti taman tersebut adalah tempat yang kekal di akhirat, diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman. Gambaran jannah pertama kali disampaikan Allah SWT dalam kisah hidup Nabi Adam dan istrinya Hawa. Dalam review tesis berjudul Makna Al-Jannah dalam Al-Quran Studi Prespetif Semantik pada Kisah Nabi Adam 2014 oleh Moh. Hasyim Abd. Qadir, kata Janna atau Jannah sendiri memiliki arti gelap, menutupi dan menyembunyikan. Ini sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia. Dijelaskan, jannah artinya kebun yang rindang sebagaimana dikisahkan dalam perjalanan Nabi Adam. Pada kisah Nabi Adam, gambaran jannah lebih cocok diartikan sebagai taman atau kebun rindang dan tidak berada di luar planet bumi. Sementara itu, al-Jannah atau jannah artinya sebagaimana kisah Nabi Adam tersebut dinamakan dengan al-Jannah al-Tadri yaitu al-Jannah yang menjadi medan latihan atau tempat latihan bagi Nabi Adam untuk kepentingan kehidupan di bumi yang penuh dengan pancaroba. Gambaran jannah artinya dalam Islam sebagai surga, memiliki luas yang seluas langit dan bumi. Umat manusia yang berada di surga atau jannah akan senantiasa mendapat kecukupan nikmat tanpa kesulitan. Dalam buku berjudul Gambaran Indah Surga oleh Hafidz Muftisany, jannah artinya digambarkan sebagai berikut 1. Jannah artinya surga yang memiliki luas lebih dari luas langit dan bumi. "Dan bersegeralah berlomba-lomba meminta ampunan kepada Allah SWT dan mendapatkan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." QS. Ali Imran ayat 133 2. Jannah artinya surga tempat manusia akan diberi makanan dan minuman lezat yang dapat disantap sepuasnya. “Kepada mereka disajikan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingikan oleh hati dan segala yang sedap dipandang mata. Dan kamu kekal di dalamnya, mereka terdiri atas berbagai macam jenis, terserah apa saja yang mereka inginkan, semuanya tersedia.” QS. az-Zukhruf ayat 71 3. Jannah artinya surga yang memiliki sungai yang dialiri air susu dan anggur yang tidak memabukkan. “Perumpamaan penghuni taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Di dalamnya ada sungai-sungai yang airnya berubah rasanya, baunya, sungai-sungai dari air susu, dan sungai-sungai khamar anggur yang tidak memabukkan yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Allah. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?.” QS. Muhammad ayat 15 4. Jannah artinya surga sebagai tempat manusia bisa melihat Tuhannya secara langsung. "Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya." QS. Al-Qiyamah ayat 22-23 5. Jannah artinya surga tempat manusia diberi perhiasan emas, mutiara, dan pakaian dari sutra. “Penghuni surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” QS. Fathir ayat 33Jenis-Jenis Jannah dalam IslamIlustrasi Islam, muslim, membaca Al-Qur'an. Photo by Syed Aoun Abbas on UnsplashAda tujuh jenis jannah dalam Islam yang perlu diketahui. Dalam buku berjudul Misteri Bidadari Surga oleh Joko Syahban, tujuh jenis jannah artinya surga ini meliputi sebagai berikut 1. Jannatul Ma’wa Jannatul Ma’wa artinya tempat tinggal. Jannatul Ma’wa adalah tempat di Malaikat Jibril dan lainnya bersemayam. Di dalam jannah ini terdapat burung hijau yang membangunkan syuhada dan jiwa-jiwa syahid yang disemayamkan. 2. Jannatul Adn Surga Adna memiliki arti tinggal untuk selamanya. Di dalam surga ini digambarkan dalam Al-Qur'an ada sungai yang sangat indah. Penghuninya akan mendapatkan gelang-gelang yang terbuat dari mutiara dan emas. 3. Jannatul Na’m Jannatul Na’im artinya taman kenikmatan. Di dalam surga atau jannah ini terdapat semua nikmat. Baik nikmat makanan, minuman, wewangian, pemandangan, tempat tinggal dan nikmat lahir dan batin. 4. Darus Salam Darus Salam adalah rumah keselamatan. Jannah ini merupakan tempat damai yang berada di sisi Allah SWT. Penghuninya akan diberikan apa saja yang mereka inginkan. 5. Darul Khuldi Darul Khuldi artinya rumah keabadian. Jannah ini dideskripsikan seperti taman dengan pepohonan yang teduh dan berbuah. Para penghuninya ini tidak akan merasa kelelahan. 6. Al Maqamul Amin Al Maqamul Amin artinya tempat yang aman dari semua keburukan dan bencana. Penghuni jannah ini adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. 7. Surga Firdaus Firdaus merupakan tingkatan surga tertinggi. Surga ini digambarkan seperti kebun yang dipenuhi pepohonan rimbun. Jannah Firdaus akan dihuni oleh orang-orang yang selalu memelihara sholat.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

jannah dikelilingi oleh hal hal yang